Orang bijak mengatakan, doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong.
Doa dan usaha adalah dua aktifitas yang tidak boleh dipisahkan.
Kita tidak boleh hanya berdoa saja tanpa melakukan usaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan kita. Kita juga tidak boleh hanya berusaha saja,
tanpa berdoa dan mengabaikan Allah
sebagai penentu berhasil atau tidaknya tujuan kita.
Doa adalah permohonan, pengharapan seorang hamba kepada Sang Khaliq. Doa itu intinya adalah ibadah, doa adalah senjata, doa adalah ubat, doa adalah pintu segala kebaikan. Seluruh hamba sangat bergantung kepada pencipta-Nya.
Setiap hamba memang harus berdoa, kerana kita diciptakan dalam keadaan penuh dengan keterbatasan-keterbatasan. Manusia memang ditakdirkan sebagai makhluk yang paling sempurna dengan segala kelebihan-kelebihannya, namun dibalik kelebihan itu manusia juga memiliki segudang kelemahan.
Dibalik kelebihan-kelebihan yang kita miliki, kita menyimpan kelemahan-kelemahan yang tidak dapat kita tutupi, untuk itu kita perlu meminta kepada Allah SWT, berdoa dengan penuh kusyuk, penuh harapan, tulus, pasrah dan ikhlas, seperti yang difirmankan Allah:
“Hai manusia, kamulah yang memerlukan Allah, dan Dia-lah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) Yang Maha Terpuji.” (QS Faathir: 15).
Kita harus tahu bahawa
Allah tidak berkenan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main.”
Apapun persoalan hidup kita, apakah kita sedang bahagia atau sedih,
tetaplah berdoa kepada Allah.
Jangan pernah berhenti memanjatkan doa kepada Allah,
kerana doa adalah masa depan kita.
Doa adalah kekuatan kita, doa adalah senjata kita.
Perhatikan ada-adab berdoa,
dan bersabarlah menunggu dikabulkan-NYA
No comments:
Post a Comment